Friday, February 23rd, 2024
 

3 Material Sehat: Desain Interior Setelah Pandemi

Banyak hal telah dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat sejak terjadinya pandemi virus Covid-19 ini. Keadaan yang membuat banyak orang harus tetap tinggal dirumah menimbulkan keinginan untuk menciptakan ruang yang lebih nyaman dan menyenangkan untuk ditempati dan juga area kerja yang lebih produktif.

[vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”12px”][vc_single_image image=”5908″ img_size=”1200×700″ add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_empty_space height=”12px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Penggunaan material yang tepat menjadi bagian yang penting dalam hal ini. Mengingat kebersihan sudah menjadi prioritas utama dalam aktifitas sehari-hari. Dan dengan strategi interior desain yang baik, material ini pun tidak hanya menjadi bagian dari estetika tapi juga menjadi fasilitas penunjang yang dapat mendukung hal tersebut. Seperti halnya konsultan interior ternama di jakarta yang harus terus memutar segi kreatifasnya agar dapat menentukan dan memilih material yang tepat yang bisa menjadi solusi di segala kondisi.

Berikut ini ada 3 material yang bisa menjadi pilihan untuk mendesain interior yang aman dan sehat.

Antibacterial Surface (Permukaan Antibakteri)

Permukaan yang paling sering tersentuh dalam aktifitas sehari-hari seperti meja, lemari, gagang dan kenop pintu harus selalu ingat untuk dibersihkan, dan lebih baik lagi kalau menggunakan material bersifat anti bakteri.

Salah satu bahan meja antibakteri yang paling disukai adalah Engineered Quartz (kuarsa rekayasa) yang memiliki permukaan tidak berpori dan tahan gores sehingga kuman dan bakteri tidak akan menimbun di permukaannya dan juga lebih mudah dalam membersihkan dan merawatnya.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”12px”][vc_single_image image=”5910″ img_size=”1200×700″ add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_empty_space height=”12px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Antibacterial Fabric (Kain Antibakteri)

Kain antibakteri baik digunakan untuk keperluan tirai dan juga furniture berlapis kain karena dapat mencegah pertumbuhna bakteri, virus dan jamur di dalam seratnya. Bahan kain seperti viscose bamboo dan wol adalah material alami yang bersifat antibakteri. Tapi setiap tekstil dapan diubah menjadi antibakteri dengan mengaplikasikan agen antimikroba pada permukaannya dalam proses pembuatan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”12px”][vc_single_image image=”5906″ img_size=”1200×700″ add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_empty_space height=”12px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Antimicrobial Wall Paint (Cat Dinding Antimikroba)

Penggunaan cat antrimikroba untuk dinding interior akan menjadi pilihan sebagian besar orang karena sifatnya yang tahan terhadap lumut, jamur dan bakteri. Sebagai alternatif lain, ada beberapa zat aditif yang dapat dicampur ke cat apapun untuk membuatnya menjadi antimikroba.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”12px”][vc_single_image image=”5907″ img_size=”1200×700″ add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_empty_space height=”12px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Selain 3 material yang disebutkan diatas, ada juga tips yang dapat menjadi pertimbangan dalam pembuatan desain interior kedepannya.

Keadaan ekonomi dan bisnis yang sedang melambat ini membuat banyak orang berpikir ulang dalam melakukan pembelian barang, termasuk juga material yang akan digunakan untuk desain interior. Material yang ramah di biaya tentunya menjadi pilihan, tidak hanya harga material diawal yang menjadi pertimbangan, tapi juga jangka panjang untuk perawatannya. Selain itu barang-barang produksi lokal tentunya akan lebih menjadi pilihan dikarenakan biaya produksi dan transportasi yang lebih terjangkau.

Begitu juga dengan pemilihan material yang tidak memerlukan banyak waktu dan tenaga dalam pembuatannya. Material yang diproduksi secara masal akan menjadi pilihan bagi konsultan interior dalam pembuatan desain ruangan. Seperti misalnya kayu laminasi, lantai vinyl, ubin dan wallpaper. Material seperti marmer dan batu alam lainnya akan kurang diminati dikarenakan perlunya perhatian khusus dalam proses pembuatannya.

Untuk itu pemilihan Material sehat pada sebuah pembangunan sangatlah penting. Seperti halnya konsultan interior di Jakarta yang selalu teliti dalam memberikan saran serta solusi material kepada clientnya.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]