Thursday, February 22nd, 2024
 

Mencicip Lor Mee Legendaris Buatan Resto Berbintang Michelin

Jakarta – Berasal dari Singapura, Putien meraih bintang 1 Michelin Guide 2018. Di Indonesia, Putien memiliki 5 gerai dengan menu andalan lor mee.

Pencinta masakan China pasti tak asing dengan Putien. Restoran ini didirikan tahun 2000 di Kitchener Road, Singapura. Putien terkenal dengan hidangan khas masyarakat Putian di Provinsi Fujian, China.

Lambat laun Putien berkembang hingga membuka cabang luar negeri pertama tahun 2006 di kawasan Jakarta Pusat. Prestasi lainnya, Putien berhasil meraih 1 bintang Michelin saat Singapura memiliki Michelin Guide pertama di tahun 2016.

[vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”12px”][vc_single_image image=”6255″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_empty_space height=”12px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Prestasi ini juga masih dipertahankan di tahun 2018. Putien kembali masuk daftar restoran peraih bintang 1 Michelin bersama Candlenut, Crystal Jade, hingga Lei Garden.

Di Indonesia, cabang Putien juga semakin banyak. Salah satu yang terbaru ada di Grand Indonesia yang dirancang oleh salah satu desain interior jakarta berkelas dengan detail yang sangat baik. Restoran ini mudah dikenali dengan interior plus logo hijau turquoise. Kesan mewah dan minimalis langsung terasa saat memasuki restoran.

Putien menawarkan ratusan menu, termasuk banyak olahan babi. Alih-alih membuat pengunjung bingung, restoran menaruh daftar 10 menu andalannya di halaman depan buku menu sehingga memudahkan kami.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”12px”][vc_single_image image=”6256″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_empty_space height=”12px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Putien Lor Mee (Rp 78.000). Menu ini diberi keterangan tambahan Bestseller of Main Course yang sudah terjual lebih dari 300.000 mangkuk. Kami meminta versi non-babinya karena hidangan juga tersedia dalam pilihan plus daging babi.

Lor mee tersaji dalam mangkuk putih cukup besar meski kami memesannya dalam ukuran small. Sajian populer di Singapura dan Malaysia ini memakai mie/mee Hokkien sebagai bahan utamanya.

Terlihat kuah kental merendam mie bersama irisan sawi, potongan daging ayam, kerang, dan udang jumbo yang jadi primadona. Kepulan asap lalu menyeruak saat kami mengaduk mie beraroma gurih ini.

Slurpp! Lor mee hangat terasa gurih memuaskan. Yang kami suka, cita rasa gurihnya alami dan sederhana. Sepertinya diramu dari pati jagung, telur, dan berbagai rempah alami. Kalau mau pedas, Putien punya sambal homemade pedas menyegarkan yang bisa ditambahkan.

Menyantap lor mee makin enak disuap bersama potongan udang yang juicy. Bagi pencinta kerang juga akan terpuaskan dengan selipan daging kerang yang kenyal. Ada pula sensasi mengasyikkan saat harus mencongkel daging kerang dari cangkangnya.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”12px”][vc_single_image image=”6257″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_empty_space height=”12px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Santap sore kami juga ditemani Deep-fried Crab Meat in Prawn Paste (Rp 69.000). Menu baru ini berupa cacahan daging kepiting gurih berbalut tepung panir. Adonan lalu digoreng hingga garing di bagian luar namun tetap empuk di dalam.

Rasa ‘gorengan’ ini mirip martabak telur karena juga berseling cacahan daun mirip daun bawang. Menyantapnya paling pas sebagai menu pembuka.

Berbagai olahan sayuran segar juga ditawarkan Putien. Kami tergoda dengan Spinach in Supreme Stock (Rp 62.000). Berupa tumis bayam dengan 3 bumbu yaitu bawang putih, telur asin, dan telur pitan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”12px”][vc_single_image image=”6258″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_empty_space height=”12px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Nampak diantara bayam renyah ada selipan bawang putih utuh yang sudah digoreng, kuning telur asin, dan potongan telur pitan. Secara keseluruhan, rasa kuning telur asin mendominasi sayuran ini.

Untuk menyegarkan dahaga, kami mencoba Chinese Loquat and Fritilary Bulb Tea with Rock Sugar (Rp 35.000) yang tersaji dengan teko plus gelas mungil. Teh ini diracik dari buah populer di Putian yaitu loquat.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_empty_space height=”12px”][vc_single_image image=”6259″ img_size=”full” add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_empty_space height=”12px”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Buah dan bunga loquat direbus perlahan dengan gula batu. Hasilnya teh beraroma bunga segar dengan rasa manis yang lumayan legit.

Kalau mau yang menyegarkan patut coba Nature’s Goodness (Rp 35.000). Jus hijau ini diracik dari nanas, sawi, dan daun plum. Cita rasa asam segar khas buah nanas terasa paling kuat dari minuman ini. Slurpp!

Putien
Grand Indonesia Mall, Lantai Lower Ground
Telepon: 021 3104078

Source : detikfood

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]